Berita Properti
13 Nov 2012, 13:17 WIB
Macam-macam Genteng, Mau Tahu

Setiap jenis genteng memiliki kelebihan dan kekurangan. Pilihlah sesuai dengan kebutuhan dan budget Anda.

 

Saat ini beragam penutup atap (genteng) di pasaran. Mulai dari genteng keramik atau genteng metal hingga genteng ringan berbahan aspal atau bitumen.

 

Sebagai konsumen haruslah pintar-pintar dalam memilih jenis genteng. Soalnya, sebagai pelindung rumah ini harus tahan dari sengatan panas sang surya atau terpaan hujan, atap rumah seharusnya berdaya tahan tinggi, tak mengidap banyak kelemahan. Berikut ini kita bisa menyimak macam-macam genteng seperti  genteng keramik, metal, beton, tanah liat dan ringan. 

 

Menurut Ferdinand L. Hardianto, Direktur GAF Indonesia proses pembuatan genteng keramik sama dengan pembuatan keramik. Namun, genteng keramik lebih tebal—seperti umumnya genteng—dan berbentuk melengkung. “Biasanya, genteng keramik berpenampilan menarik, berglazur mengkilat, dan berpilihan warna banyak. Karena mengkilat, genteng keramik aman dari lumut. Juga, genteng keramik cukup keras dan tahan diinjak. Dibandingkan genteng beton, harga genteng keramik lebih mahal,” ungkapnya.   

 

Ada pula genteng beton merupakan genteng berteknologi pembuatan kuno. “Genteng ini memiliki bobot yang berat. Sehingga, untuk menampung beratnya, memerlukan rangka kayu yang agak besar,” kata Ferdinand.

 

Harga genteng beton sangat murah. Karena berpenampilan kusam dan pilihan warnanya tak banyak—agar terlihat bagus harus dicat genteng khusus—sebagian pemakai sering mengganti genteng beton dengan genteng jenis lain. 

 

Nah, teknologi yang dipakai genteng metal lebih baru. Karena bobotnya ringan, genteng metal meringankan beban yang dipikul rangka atap. Sayangnya, genteng metal tipis dan ringkih. Alhasil, penginjak genteng ringan harus lebih hati-hati. Agar genteng itu tidak melengkung dan pecah,  harus menginjak bagian genteng yang ditopang rangka atap. Walau begitu, genteng metal cukup digemari karena tampilannya trendi dan pilihan warnanya banyak.     

 

Genteng tanah liat adalah produksi rakyat. Di situ, sang pembuat memanfaatkan tanah liat yang dibakar. Karena itu, penampilannya natural dan berkesan ndeso; cocok untuk rumah-rumah bergaya country. Genteng tanah liat hanya punya satu warna: oranye. Kekuatan genteng ini cukup bagus, mampu menahan injakan. Biasanya, genteng tanah liat tak berglazur sehingga mudah dihinggapi lumut. Sementara, soal harga, genteng tanah liat terhitung murah. Alhasil, di sejumlah tempat, genteng tanah liat banyak digunakan.

 

Lalu genteng ringan yang terbuat dari campuran aspal, fiber glass, dan batu granual alami. Genteng jenis ini memiliki kelebihan lebih tahan terhadap perubahan cuaca dan lebih tahan lama. Di daerah tropis seperti Indonesia, kelebihan ini tentunya sangat berarti.

 

Itulah beberapa jenis genteng. Jenis genteng yang dipilih tentunya tergantung Anda. Ferdinand memiliki saran. Yakni, apapun jenis genteng yang dipilih, pastikan bahwa di kelasnya, genteng itu berkualitas bagus. Jangan membeli genteng cacat alias genteng sortiran yang dijual murah. Sebab, genteng berkaitan dengan atap yang sewaktu-waktu bisa bocor. Jadi, untuk membeli genteng, jangan menyamakan dengan keramik yang sah atau aman sekalipun menggunakan kualitas nomor dua atau tiga.

 

Haryanto

Foto: Haryanto