Berita Properti
19 Feb 2013, 10:28 WIB
Menengok 5 Jenis Batu Alam

Batu Palimanan biasanya digunakan untuk menghiasi dinding rumah

 

Batu alam menjadi alternatif mempercantik rumah. Kesan naturalnya yang kuat menjadi alasan orang memilih bahan ini.

 

Batu alam merupakan salah satu elemen aksesori untuk membuat rumah agar tampil cantik nan alami adalah dengan menggunakan batu alam. Batu yang terdiri dari beragam jenis ini memiliki aneka macam motif. Tak heran jika penggunaan batu alam makin meningkat seiring dengan tumbuhnya minat orang pada motif-motif natural yang unik. Berikut ini beberapa jenis batu alam yang biasa digunakan untuk menghiasi rumah, seperti jenis batu palimanan, batu yogja, batu sabak, dan batu candi.

 

1. Batu Palimanan

Merupakan sejenis batu kapur yang ragamnya terbagi menjadi dua macam, yaitu rata mesin (yang dibuat menggunakan mesin) dan rata kulit (berupa bongkahan batu yang diambil kulitnya saja). Batu jenis ini biasanya digunakan untuk menghiasi dinding atau bibir kolam renang dengan ketebalan 4 cm-5 cm agar dapat diukir timbul.

 

2. Batu Yogja atau Batu Paras

Adalah jenis batu pasir (sand stone), lebih lunak, dengan warna asli putih dan krem. Warna krem khusus digunakan untuk batu pahatan, seperti pot bunga, water spot, relief, roster, dan sebagainya. Warna putih (classic white), dibuat dengan cara rata mesin, lalu dihaluskan dan di-honed. Batu jenis ini lebih lunak, mudah diukir dalam tiga dimensi, sehingga kesannya lebih hidup. Namun, yang berwarna krem sebaiknya jangan digunakan untuk dinding, sebab mudah lumutan.

 

3. Batu Candi

Batu jenis ini berasal dari bongkahan atau gumpalan lava gunung berapi. Batu candi sangat keras dan berpori-pori sangat terbuka, sehingga cocok untuk dinding, bukan lantai. Biasanya batu ini digunakan untuk bangunan berdesain minimalis atau hiasan bergaya Bali. Batu bergaya Bali bisa tampil lebih alami karena batu ini mudah lumutan, sehingga terkesan natural atau alami.

 

4.  Batu Sabak

Merupakan jenis batu bongkahan yang terbelah dan berlapis. Perataannya tidak sepenuhnya rata, sehingga batu ini disebut rata alam. Ketebalannya juga tidak dapat ditentukan, terkadang ada yang tengahnya tebal namun berujung tipis dan tidak beraturan. Batu sabak ini menjadi beberapa jenis, yaitu jenis templex, irigular, dan random. Batu ini biasa digunakan untuk lantai carport atau garasi. Batu sabak ada yang berasal dari Tasikmalaya yang disebut sabak black, atau dari Salagedang yang disebut sabak grey, dan dari beberapa daerah lainnya.

 

5.  Batu Andesit

Jenis batu yang sangat keras dan solid. Tidak mudah berlumut kendati tanpa antijamur, dan mampu bertahan hingga 3 tahun. Jika dioles dengan antijamur, maka batu andesit mampu bertahan dari serangan lumut antara 12-15 tahun. Penghalusan dilakukan dengan cara rata mesin dan rata bakar. Batu ini bisa digunakan untuk lantai maupun dinding. Motif yang sedang ngetren saat ini adalah motif susun sirih. Juga ada motif alur patah dan lainnya. Batu andesit motif susun sirih ini lebih cocok untuk gaya rumah minimalis.

 

Haryanto
Foto: Dedy Mulyadi

Linda