cry
Berita Properti
25 Oct 2013, 16:10 WIB
Proses Pengajuan KPR: Siapa Cepat, Dialah Pemenangnya

Kecepatan dalam proses pengajuan KPR di zaman serbainstan menjadi salah satu senjata bank untuk menggaet konsumennya. 

 

Ini zaman serbainstan. Semua hal harus bisa dilakukan dengan cepat tanpa mengorbankan kualitas. Kalau Anda mendadak memerlukan pas foto, bisa menggunakan pas foto langsung jadi, pas foto instan. Pun, kalau memerlukan kopi yang bisa disajikan dengan cepat, ada kopi instan dalam kemasan kecil yang telah dilengkapi gula. Sekali lagi, inilah zaman serbainstan. Bagi semua orang, semua hal harus bisa dilakukan dengan cepat tanpa mengorbankan mutu.

 

Nah, sepertinya nasabah KPR (kredit pemilikan rumah) tak luput dari “wabah” serbainstan itu. Nasabah KPR di mana pun, tak ingin menempuh proses berbelit-belit dan memakan waktu saat  membeli rumah lewat KPR. Mereka ingin agar rantai alur pengajuan KPR bisa sependek mungkin. Juga, kalau bisa, pengajuannya bisa dilakukan dari kantor cabang terdekat dengan tempat bekerja atau tempat tinggal. Masih belum cukup, mereka ingin agar waktu pemprosesan berkas permohonan KPR, bisa sependek mungkin. Inilah tuntutan nasabah KPR di jaman serba instan.

 

Bank penyedia KPR harus jeli melihat kecenderungan tersebut. Kalau tidak, ya, bank tersebut sulit merangkul banyak nasabah KPR.

 

Menurut Miemie Murniati, Vice President Mortgage Business Development Head Consumer Lending PT Bank CIMB Niaga Tbk., proses kecepatan pengajuan KPR oleh bank untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada para nasabah. “Hal ini tentu saja dapat terwujud, jika si nasabah atau debitur telah memenuhi berbagai macam syarat kelengkapan serta siap disurvei,” ungkapnya beberapa waktu lalu kepada Rumah123.com.

 

Tentu saja, kecepatan persetujuan dan pencairan KPR sebagaimana yang dijanjikan oleh bank, menjadi nilai lebih tersendiri dimata konsumen atau nasabah.

 

Dengan cepatnya pencairan dana dari bank ke pengembang, maka dengan sendirinya konsumen pembeli rumah pun akan lebih cepat mendapatkan kepastian disetujui atau tidaknya KPR yang diajukan.

 

Barangkali, kini benak Anda disinggahi pertanyaan ini: mengapa waktu proses berkas permohonan KPR bisa cepat yang dilakukan bank-bank Tanah Air? Sesungguhnya, bank-bank tersebut dibekali diri dengan infrastruktur teknologi nan memadai. Lantas, hal itu ditopang oleh hubungan bisnis erat antara bank dengan sejumlah pengembang perumahan.

 

Nah, berbekal infrastruktur teknologi informasi nan memadai dan hubungan bisnis yang erat dengan sejumlah pengembang, bank-bank bisa dengan cepat memproses berkas permohonan KPR.

 

Namun yang harus diperhatikan adalah menyangkut kesiapan calon nasabah. Waktu proses berkas permohonan KPR bisa cepat kalau sang nasabah menyediakan sejumlah hal. Apa saja? Pertama, berkas atau data yang diserahkan betul-betul lengkap, tak ada sedikit pun yang tertinggal. Kedua, data atau berkas yang lengkap itu bisa dengan mudah diverifikasi oleh petugas bank. Ketiga, calon nasabah harus bisa dengan mudah dihubungi oleh bank.

 

Perpaduan faktor internal dengan faktor eksternal itulah yang  memuluskan pemprosesan berkas permohonan calon nasabah KPR. Lama pemprosesan berkas tersebut, seperti telah disinggung, hanya menelan waktu lima hari kerja. Bahkan ada bank yang dalam proses pengajuan KPR di pameran properti sekitar 1 hari saja.

 

Kecepatan pemprosesan merupakan jawaban bank-bank terhadap “wabah” serbainstan yang menerpa calon nasabah KPR di Indonesia. Antisipasi tersebut sedikit-banyak ikut berperan mendongkrak pertumbuhan KPR. Jadi siapa yang cepat, dialah yang dapat menggaet konsumen lebih besar lagi.

 

Haryanto
Foto: Haryanto